Assalamu’alaikum Wr.Wb. Salam ukhuwah.
Pembaca yang kami cintai karena Allah, semoga tulisan ini bermanfaat bagi antum semua. Masih saya ingat, waktu itu saya berkumpul dengan teman-teman akhwat RISPOL di serambi Masjid An-Nur Politeknik Negeri Malang setelah usainya acara "Open Ceremony Halaqah Akhwat". Mereka berkata, "Kenapa dalam hadist, kita di tuntut untuk mencari ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina? Kenapa tidak sampai ke Madura aja ya Ukhti?" dan kami semua tertawa. Nah dalam kesempatan ini kami ingin share tentang pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam percakapan tersebut.
“Uthlubul ‘ilma walaw bishshiin" atau Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina. Terlepas dari shahih tidaknya hadits ini, para ulama banyak menyebutnya dalam khutbah-khutbah, alasannya secara maknawi kalimat Tuntulah Ilmu sampai ke Negeri Cina adalah baik. Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu 'Atikah Al Bashri, dari Anas bin Malik. Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho'if (lemah) dilihat dari banyak jalan.
Sejarah awal mulanya bangsa Arab dan Islam masuk daratan Cina:
Pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di Jazirah Arab (antara 610-632 M), Cina dipandang sebagai wilayah dengan peradaban yang amat maju pada saat itu. Ekspedisi Islam yang resmi ke Cina dimulai pada masa pemerintahan Khalifah Utsman ibn Affan, pemimpin umat yang ketiga, sekitar 12 tahun setelah Nabi wafat (sekitar 640 M). Setelah menaklukkan Bizantium dan Persia, pada tahun 650 M, Khalifah Utsman mengirim ekspedisi ke Cina, dipimpin oleh Saad ibn Abi Waqqash, untuk menyampaikan ajakan kepada kaisar Cina agar memeluk agama Islam. Sebenarnya sebelum itu sudah cukup banyak pedagang-pedagang Arab yang mengunjungi Cina dalam rangka perjalanan bisnis, baik melalui darat maupun laut (jalur tersebut, terutama yang melalui darat kemudian dikenal dengan nama “jalur sutera”), sambil memperkenalkan ajaran Islam. Dinasti Tang mempunyai record untuk mengabadikan momen bersejarah tentang terjadinya kontak antara dua kultur ini. Bagi Muslim di Cina, kejadian ini dipandang sebagai momen kelahiran Islam di Cina. Untuk memperlihatkan kekagumannya pada Islam, dalam “History of Islam in China”, kaisar Yung Wei memerintahkan dibangunnya masjid pertama di Cina. Masjid kota Kanton yang didirikan sejak 14 abad yang lalu dan masih berdiri hingga saat ini. Salah satu kawasan pemukiman Muslim yang pertama kali berdiri di Cina ada di kota pelabuhan ini.
Ada pertanyaan besar yang perlu dijawab, mengapa harus ke Cina? Kenapa tidak ke Yahudi, bukankah Al-qur’an mengatakan bahwa bangsa Yahudi diberi kepintaran oleh Allah SWT. Kenapa kita tidak diminta belajar saja dengan orang pintar?
Bangsa Cina adalah bangsa yang unggul perababannya dibanding Arab sebelum Islam, mungkin Rasulullah SAW telah mengetahuinya, wallahu’alam bish shawabb, dan waktu telah membuktikannya. Apa jadinya bangsa Arab jika saja Rasulullah SAW tidak diturunkan ditengah-tengah mereka? Bangsa ini tetap akan menjadi bangsa Jahiliyyah yang dianggap "sampah" dan keberadaan tidak dianggap oleh dua negara super power Persia dan Romawi, walaupun negeri Arab berada diantara wilayah keduanya.
Sejarah mencatat bahwa Bangsa Cina adalah bangsa yang tidak pernah takluk atau berhasil dikuasai oleh Islam, baik secara Jihad maupun secara Dakwah. Posisi kekaisaran Cina dan kekhalifahan Islam adalah mitra sejajar, mereka bukanlah negeri kafir dzimmi yang wajib menyetor jizyah ke Baitul Mal. Pada masa kejayaan Islam di bawah Kekhilafahan Abbasyah dengan Khalifah Harun ar Rasyid ditandai dengan mesranya hubungan dagang keduanya lewat jalur sutera yang terkenal itu.
Berikut adalah bangsa-bangsa yang telah ditaklukkan Islam baik secara jihad maupun dakwah :
- Bangsa Yahudi
- Bangsa Romawi / Eropa
- Persia
- Afrika
- Bangsa India
- Mongol
- Melayu
- Suku Bangsa di Amerika
Dari garis besar bangsa-bangsa di dunia, hanya Cina dan bangsa timur lain seperti Jepang dan Korea yang belum pernah dikuasai oleh Islam. Ini jelas menunjukkan bahwa Cina yang dimaksud dalam hadist “Tuntutlah Ilmu Walaupun Sampai Ke Negeri Cina” bukan sekedar kiasan untuk menuntut ilmu walau sampai ke tempat yang jauh sekalipun.
Cina merupakan bangsa yang mempunyai sejarah panjang akan tradisi keilmuan dan sastra yang luar biasa. Cina adalah negeri berpenduduk terbesar sejagad raya, ras Cina maupun keturunannya tersebar seluruh belahan bumi ini. Barang-barang murah selalu buatan Cina. Bahasa Mandarin adalah pemilik kosakata terbanyak di dunia dan bahasa kedua yang sering dipakai umat manusia. Barang yang murah berasal dari Cina. Dan sejarah niaga dari masa Before Christ (BC) sampai ke masa After Dei (AD) dari jaman batu hingga ke perunggu dan mulai jalur sutera (silk route) hingga ke jalur laut (maritime route) bangsa Cina selalu mengambil peran sentral dalam percaturan dunia.
Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di negeri kita khususnya laki-laki. Baju koko konon merupakan model baju Cina yang kini terlanjur menjadi model baju para kiai, ustadz dan penceramah.
Dari wacana di atas kita bisa memahami maksud dari "Tuntutlah Ilmu Walaupun Sampai Ke Negeri Cina" dan "Menuntut ilmu hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim" (HR.Muslim).

koreksi artikelnya bisa dilihat pd link di bawah
BalasHapushttps://drive.google.com/file/d/0B7b8nt5tM86ORnVUcFpsQ2VrZkk/edit?usp=sharing
bisa digunakan u/ umum
Subhanallah
BalasHapusBagus, bisa menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang sejarah islam
BalasHapusTerbukti sekarang produk cina menguasai dunia (Memang Rosullulloh Nabi Muhammad adalah utusan Alloh)
BalasHapus